Pages

4 Mei 2017

Analisis Cash Flow suatu perusahaan

Ok Guysss... Jika kalian sudah mengikuti Artikel saya mengenai Analisis Laporan Keuangan untuk menentukan kualitas sahan suatu perusahaan maka kali ini saya akan mengupas lebih dalam mengenai Cash Flow suatu perusahaan dan cara melakukan analisis terkait dengan Cash Flow tersebut.

Tetapi sebelum saya mengupas lebih jauh mengenai Cash Flow saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai gambaran besar dari laporan Balance Sheet dan laporan Profit/Loss yang sudah saya singgung pada artikel lalu agar kita dapat mengenal lebih dalam mengenai Cash Flow.

Ok mari kita mulai sekarang............

Balance Sheet

Balance Sheet biasanya kita bagi dalam 3 bagian yaitu terdiri dari Asset, Liabilities, dan Owner's Equity.

Asset terdiri dari Cash, AR (Account Receivable atau Piutang), Inventory/Persediaan, dan PPE/Harta.
Liabilities terdiri dari AP (Account Payable atau Utang), Notes Payable (Utang Bank) atau Tax Payable (Utang Pajak).
Owner's Equity terdiri dari Modal, Laba ditahan, dan Dividen.

Kira-kira kalau kita gambarkan dalam sebuah tabel seperti ini :

Profit/Loss

Profit/Loss terdiri dari Penjualan/Sales dikurangi dengan Pengeluaran/Biaya/Expenses.

 Kira-kira kalau kita gambarkan dalam sebuah tabel seperti ini :

Cash Flow


Cash Flow merupakan bagian vital atau merupakan jantung dari sebuah perusahaan. Jika diibaratkan tubuh manusia maka cash flow seperti aliran darah pada tubuh manusia dimana jika aliran darah lancar tubuh akan sehat dan jika aliran darah tidak lancar maka tubuh akan sakit. Begitu juga dengan perusahaan, jika cash flow nya lancar maka menandakan bahwa kondisi perusahaan tersebut bagus dan juga sebaliknya jika cash flow dari perusahaan tersebut tersendat maka kita dapat menyatakan bahwa perusahaan tersebut sedang dalam kondisi tidak sehat.
Secara umum Cash Flow itu terbagi atas 3 jenis yaitu :
  1. Operating Cash Flow (OCF)
    Operating Cash Flow adalah kas yang timbul dari kegiatan operasional perusahaan yang berkaitan dengan penerimaan, pengeluaran, pendapatan dan biaya-biaya. Kas inilah yang menggambarkan bagaimana perusahaan mendapatkan profit dan mengubahnya menjadi kas. Contoh: penjualan tunai, uang muka, hutang lancar, pembelian inventori, pembayaran biaya operasional (listrik, telepon, air), pengiriman barang, gaji pegawai dan lain-lain.
    Jika OCF positif (+) artinya perusahaan sehat.
    Jika negatif (-) artinya perusahaan sakit atau bleeding atau ada kebocoran.

  2. Investing Cash Flow (ICF)
    Investing Cash Flow adalah kas yang muncul dari kegiatan investasi atau yang berkaitan dengan jual-beli aset. Contoh: jual-beli property perusahaan, jual-beli saham perusahaan lain, reksadana, deposito, emas dan-lain-lain.
    Jika ICF positf (+) artinya uang masuk ke perusahaan. Jika ICF negatif (-) artinya uang keluar dari perusahaan. ICF yang positif terus-menerus justru sebetulnya kurang baik sebab itu artinya pemegang saham/owner harus terus menyetor modal untuk membiayai perusahaan. ICF negatif (-) terus menerus justru bagus sebab artinya perusahaan menghasilkan uang untuk para pemegang saham.

  3. Financing Cash Flow (FCF)
    Financing Cash Flow adalah kas yang muncul dari kegiatan hutang dari pihak lain. Contohnya pinjaman dari bank, pinjaman dari rentenir, pinjaman dari koperasi, dan pembayaran pokok hutang-hutang tersebut. 
    Financing Cash Flow dikatakan positif jika menerima hutang dan negatif jika membayar hutang. Namun Financing Cash Flow dikatakan baik jika menimbulkan dampak OCF yang positif, artinya uang yang masuk dari hutang menimbulkan peningkatan pendapatan. Sehingga perusahaan bisa membayar hutangnya. 
    Sebaliknya, jika OCF negatif, artinya berbahaya sebab uang yang masuk tidak menimbulkan keuntungan. Sehingga perusahaan belum bisa membayar hutangnya.
Nah dari ketiga jenis cash flow tersebut, yang paling penting dalam usaha adalah Operating Cash Flow (OCF), yaitu bagaimana perusahaan melakukan kegiatan yang menghasilkan profit dan mengubah profit tersebut menjadi kas. Dengan pertumbuhan kas inilah perusahaan bisa melakukan akumulasi modal dengan menambah aset. Selain itu perusahaan bisa membayar hutang pokok dan bunganya dengan lancar.
Jangan silau jika ICF kita positif, sebab itu baru langkah awal bahwa ada orang yang mau invest dengan memberikan modal usaha. Tapi uang itu nantinya tetap harus dikembalikan kepada pemilik modal dalam bentuk dividen.
Hati-hati kalau FCF kita besar, jika OCF negatif dan uang yang kita peroleh dari hutang itu tidak bisa dikembalikan ke pemiliknya, artinya kita harus menjual aset yang kita miliki untuk membayar hutang. Maka jumlah aset pun berkurang, tidak ada akumulasi modal. Kalau jumlah aset yang dimiliki ternyata lebih sedikit dari nilai hutangnya, artinya perusahaan kita pailit atau bangkrut.

Dan 4 Tes OCF yang penting yang harus dilakukan untuk mengetahui sehat atau tidaknya suatu perusabaan adalah
  1. Apakah OCF anda POSIFITJika minus maka berarti OCF bermasalah dan ada kebocoran pada cash flow. Apakah biaya yang terlalu besar (cek biaya marketing atau biaya operasional) sehingga mengurangi profit atau stock yang terlalu banyak sehingga barang menumpuk di gudang.
  2.  Apakah OCF > PROFITJika tidak, berarti banyak Piutang (AR) yang belum dibayar sehingga harus dipercepat pembayaran AR agar bisa menjadi cash
  3.  Apakah OCF > ICF (Fixed Asset Anda)Jika tidak, artinya anda banyak berhutang/pinjam uang untuk membeli asset tetap.
  4. Apakah perubahan OCF = Perubahan ProfitJika trend profit naik, tetapi OCF malah turun berarti ada masalah. Kemungkinan anda korupsi karena profit dikertas besar, tetapi cashnya tidak ada.
So Guysss.... Setelah kita selesai melakukan analisis terkait dengan Laporan Keuangan suatu perusahaan sampai dengan Cash Flow nya maka hal penting lainnya yang harus kita lakukan adalah melakukan analisis Rasio Keuangan dari perusahaan tersebut. Analisis Rasio Keuangan ini akan membuat kita lebih yakin apakah perusahaan tersebut tumbuh dan berkembang dari tahun ke tahun atau makin melorot dan merosot dari tahun ke tahun.

Kira-kira beginilah langkah-langkah analisis keuangan yang selanjutnya harus dilakukan :

Jadi ikuti lanjutan artikel saya di Analisis Rasio Keuangan suatu Perusahaan (Coming Soon).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar