Pages

16 Januari 2017

7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part 3






Jika Anda telah membaca tulisan saya sebelumnya, di 7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part 1 dan 7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part 2 maka anda akan harus melanjutkan bacaannya disini.

Bagian tubuh yang bisa digerakan oleh dia hanyalah mata dan mulutnya. Tangan, kaki dan hampir semua bagian tubuhnya telah lumpuh. Tetapi dia memiliki kehidupan yang menakjubkan. Dialah Jon Morrow seorang Blogger Sukses yang cacat tubuhnya.




Berikut 7 pelajaran hidup berharga dari Jon Morrow yang dia bagikan ke kita semua :

Lesson #6: Embrace the Crazy

Lawanlah dengan kegilaan (Ide gila)

Di dunia ini akan banyak sekali orang yang memintamu agar melakukan sesuatu yang masuk akal. Anda harus memiliki tujuan, harapan, bahkan sikap yang masuk akal.

Tetapi dengarkan ini :

Apakah masuk akal jika saya melepas semua fasilitas dari pemerintah dan pindah ke negara yang pada dasarnya tidak terkenal juga dengan pengobatannya?

Apakah itu masuk akal untuk bekerja lebih dari 40 jam seminggu tanpa dibayar satu sen pun?

Apakah itu masuk akal ketika kita memulai bisnis yang jika gagal dapat membuat kita mati kelaparan di jalanan Mexico?

Itu jelas sangat gila. Tetapi coba pikirkan :

Jika anda dalam situasi gila, terkadang satu-satunya jalan keluar adalah membuat langkah berani yang cukup gila juga karena pilihan lain adalah lebih buruk.

Contohnya, saya harus mengakui keputusan untuk bekerja disebuah perusahaan secara full-time tanpa meminta sepeser pun imbalan adalah ide yang buruk. Tetapi coba bandingkan dengan saya tidak bekerja sama sekali, itu sebenarnya merupakan langkah yang cerdas.

Masalah disini adalah bukan kita tidak berpikiran ke arah sana. Tetapi kita tidak melakukan perbandingan antara pilihan yang satu dengan yang lainnya sehingga kita menganggap semua pilihan adalah buruk.

Solusinya adalah melatih diri kita untuk setidaknya mengetahui alternatif gila. Ketika anda membuat keputusan, tanyakan pada diri anda "Apa pilihan yang tidak saya buat karena itu terlalu gila?" Anda tidak perlu memilih pilihan gila tersebut, tetapi anda tetap perlu melatih diri anda untuk mengenalinya karena suatu saat anda akan membutuhkan itu.

Berikut contohnya dari kehidupan saya:

Saya mengalami rasa sakit diseluruh pinggang belakang saya. Ini mengejutkan orang-orang, karena mereka berasumsi bahwa saya tidak bisa merasakan apapun dari leher ke bawah, tetapi saya bisa. Penyakit saya hanya berefek pada saraf motorik saja, tetapi tidak dengan saraf sensorik, jadi saya dapat merasakan sama seperti semua orang. Kadang rasa sakit tersebut dapat ditahan tetapi kadang tidak tertahankan.
Pilihan pengobatannya antara lain : narkoba, anti radang, terapi herbal, operasi, latihan, peregangan, penyesuaian chiropractic, akupuntur, kursi roda yang baru, dan banyak lagi pilihan yang lebih masuk akal lainnya. Tetapi apa pilihan yang tidak masuk akal?

Untuk mendapatkan ide gila, saya :
  • Membeli tempat tidur seharga $5.000, seperti berbaring di udara dan berbaring disana tanpa pernah berpindah lagi, dan mengerjakan semua urusan saya dari tempat tidur itu pada sisa hidup saya.
  • Hancurkan semua jaringan saraf di belakang punggung saya sehingga saya benar-benar mati rasa. Percaya atau tidak, itu adalah salah satu metode pengobatan disebut Denervasi
  • Memutuskan tulang belakang saya, bukan hanya menghilangkan rasa sakit tetapi juga kemampuan saya bernafas tanpa alat pernafasan. Saya tidak yakin bisa mendapatkan dokter yang mau melakukan itu, tetapi lebih bagus dari pada pilihan  terakhir
  • Bunuh Diri
Apakah saya serius dalam memikirkan opsi itu?
Tentu tidak!!! Rasa sakit itu tidak terlalu buruk hingga harus mengambil opsi seperti itu. Tetapi itu adalah persiapan untuk hal terburuk. Tidak peduli seburuk apapun hasilnya, saya selalu memiliki pilihan. Jika saya dipaksa untuk memilih opsi tersebut, saya sudah mempersiapkannya di awal sehingga saya tidak merasa terkejut lagi jika dihadapkan dengan pilihan tersebut.

Kesimpulannya adalah tidak peduli seberapa tidak mungkinpun keadaanmu, jangan terjebak. Selalu ada pilihan. dan itu membawa kita pada pelajaran terakhir.

Lesson #7: Never, never, never give up

Jangan, jangan, jangan pernah menyerah

Ibu saya meletakan tangannya di tulang rusak saya untuk membantu mengeluarkan udara dari paru-paru. Saya terbatuk dan dahak mengalir keluar ke dada saya. Kemudian saya menjerit.

Beberapa minggu sebelumnya, saya menderita radang paru-paru, infeksi saluran pernafasan yang sangat berbahaya bagi orang seperti saya. Saya tidak memiliki kekuatan untuk mengeluarkan dahak saya sendiri sehingga dokter mengajarkan ibu saya untuk mendorong tangannya pada tulang rusuk saya untuk membantu mengeluarkan dahak tersebut.

Itu bekerja, tetapi sesuatu yang mengerikan terjadi :

Tulang rusuk saya patah. Sialnya, tulang tersebut bergerak bersama dan retak sedikit demi sedikit ketika ibu saya menolong saya dari batuk. Tetapi kita tidak berhenti. Jika berhenti dokter memastikan saya akan tercekik dan mati.

Beratus kali sehari, dan ibu saya harus mendorong rusuk yang patah tersebut. Saya berteriak, menangis dan meminta dia untuk berhenti. Masih terlalu kecil bagi saya untuk bisa mengerti mengapa dia menyakiti saya. Bahkan sampai saat ini, saya masih binggung mengapa dia bisa melakukannya. Tetapi dia melakukannya.

Pada satu malam, ketika saya terbaring ditempat tidur, mengigil dan merintih, dia meletakan sebuah plakat tulisan dari Winston Churchill dan meletakan itu di samping meja saya. Itu ada di meja saya sampai sekarang.

"Baca tulisan itu", kata ibu saya

Saya menguncang kepala saya "Ini menyakitkan"

"Bisikan" dia menyuruh dan kemudian saya melakukannya.

Setiap malam, dia mendorong rusuk saya berkali-kali sebelum tidur dan setiap malam dan dia meminta saya membaca kalimat tersebut

"Jangan, jangan, jangan pernah menyerah"

Ya, itu benar-benar bekerja. Saya tidak pernah menyerah, bukan karena saya kuat atau berani atau spesial tetapi karena ibu saya tidak pernah membiarkan saya menyerah. Dan sekarang saya ingin kamu melakukan itu.

Cepat atau lama kehidupan, kita akan mencapai titik dimana cobaan makin lama makin berat. Kita akan semakin putus asa, dari percaya diri menjadi mengasihani diri sendiri, atau harapan kita semakin lama semakin kecil hingga hilang, digantikan dengan kepastikan bahwa hidup kita menjadi lebih suram.

Tetapi tidak seperti itu, kita hanya membutuhkan seseorang untuk mengingatkan kita agar dapat melawan segala kesulitan. Ini bukanlah mengenai siapa yang terkuat ataupun terpintar ataupun seseorang yang sempuran yang dapat mengatasi apapun. Sebaliknya, kemenangan terbesar yang dimenangkan oleh orang lemah yang tinggal pada masa yang kelam, menghadapi monster yang bahkan pahlawan tergagah juga akan meringkuk dan lari.

Namun mereka menang. Bukan melalui kekayaan, kepintaran, ataupun keberuntungan, tetapi dengan persiapan yang baik untuk menghadapi badai. Mereka tidak dikalahkan oleh kemalangan; Mereka dapat bertahan dari itu, menerima pukulan demi pukulan, namun mereka masih menemukan kekuatan untuk berbisik "Aku tidak akan pernah menyerah".

Anda bisa menjadi orang seperti itu. Saya tahu anda bisa dan saya datang untuk memberitahukannya kepada anda...

Hari ini, kamu mungkin berpikir kamu terlalu miskin, atau sakit, atau tidak beruntung untuk mencapai mimpimu, tetapi tidak

Hari ini, kamu mungkin terlalu lelah, terlalu depresi, atau terlalu sedih bahkan untuk mencoba, tetapi tidak

Hari ini, kamu mungkin merasa dibuang, dilupakan oleh temanmu, keluargamu, atau siapapun, tetapi sekali lagi tidak

Kamu masih bernafas kawan. Masih ada kesempatan mendapatkan semua itu. Jadi sekarang juga katanya :

"Saya tidak apa pernah menyerah"

Katakan itu dan percayalah. Kamu akan menemukan jalan hidup baru yang tak tertandingi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar