Pages

16 Januari 2017

7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part 2


Jika Anda telah membaca tulisan saya sebelumnya, di 7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part 1 maka anda akan harus melanjutkan bacaannya disini.

Bagian tubuh yang bisa digerakan oleh dia hanyalah mata dan mulutnya. Tangan, kaki dan hampir semua bagian tubuhnya telah lumpuh. Tetapi dia memiliki kehidupan yang menakjubkan. Dialah Jon Morrow seorang Blogger Sukses yang cacat tubuhnya.



Berikut 7 pelajaran hidup berharga dari Jon Morrow yang dia bagikan ke kita semua :

Lesson #3: The Secret to Survival

Rahasia bertahan hidup

Pada tahun 2006, seorang pemuda bernama Bill dikarenakan takut telat ke kantor dan dipecat oleh boss nya, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan 85 Km/jam dan menerobos lampu merah. Pada awalnya semua berjalan dengan baik sampai sesuatu terjadi...

Dia menabrak Minivan saya saat melewati persimpangan. Dia mengemudikan mobilnya dengan begitu cepat hingga menghancurkan hampir seluruh bagian depan Van saja. Kepala saya menabrakan jendala, melemparkan saya keluar, dan ketika saya bangun saya sudah tergeletak di jalan, dan kursi roda saya menimpa saya, dara bercucuran keluar dari kepala, kaki saya hancur semua dari jari kaki hingga pinggul.

Saya menghabiskan sebulan berikutnya di rumah sakit dengan tagihan sekitar $130.000. Kemudian saya menemukan bahwa tagihan jaminan asuransi dari Bill hanya akan membayar $20.000 untuk kecelakan dan dokter memperkirakan saya membutuhkan waktu sekitar setahun untuk bisa pulih untuk bisa bekerja atau pergi ke sekolah.

Sangat mudah bukan untuk tenggelam dalam keputus-asaan? atau mengamuk terhadap ketidakadilan? Atau bahkan mungkin bunuh diri untuk mengakhiri semua ini? Tetapi saya tidak melakukan itu. Saya dapat mengatasinya karena saya sudah pernah mengkondisikan banyak kesulitan yang saya alami dalam hidup,  dan juga saya berusaha merubah cara berpikir saya.

Seorang pemenang tidak pernah menerima begitu saja terhadap ketidakadilan yang dialami dalam hidupnya. Mereka selalu berpikir, apa yang seharusnya terjadi dan cara yang orang lakukan sehingga mereka dapat melawan ketidakadilan ini.

Jika saya membiarkan diri saya marah kepada Bill maka artinya saya telah tenggelam dalam kemarahan dan keputusasaan yang mendalam dan saya mungkin akan terjebak selamanya. Oleh karena itu, saya melawan diri saya sendiri dengan berkata "Ok, Inilah hidup saya sekarang. Apalagi yang bisa saya lakukan?" Saya tidak dapat merubah yang telah terjadi. Yang bisa saya lakukan hanyalah memberikan respon untuk merubah hal ini dan repson pertama adalah saya harus menerima total perubahan ini.

Banyak orang yang berpikir penerimaan adalah suatu bentuk kelemahan. Mereka berpikir bahwa jika mereka menerima hal tersebut maka berarti mereka sudah kalah. Tetapi sebenarnya itu terbalik. Semakin anda menerima keadaan tersebut anda akan dapat membuat rencana untuk dapat merubah semua itu dan itu merupakan langkah awal dari sebuah kemenangan.





Setelah kejadian tersebut, saya menyewa seorang pengacara untuk membantu saya menghadapi perusahaan asuransi, rumah sakit, dan semua orang. Butuh beberapa bulan akhirnya tagihan kesehatan saya bisa ditanggung dan saya diberikan cukup uang untuk memiliki mobil baru, dan utang saya lunas semua. Artinya saya hanya tinggal fokus untuk pemulihan kesehatan saya yang diprediksi oleh dokter dalam waktu 6 bulan, dan saya dapat melanjutkan hidup saya dengan sehat.

Lesson #4: The Art of the Counterpunch

Seni dari serangan balik

Masih ingat tentang pelajaran kedua tentang bagaimana cara menerima sebuah Hantaman? Jika belum silahkan baca di 7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part 1

Ok, itu hanya langkah pertama saja. Setelah anda belajar cara menerima sebuah hantaman, sekarang saatnya untuk belajar membalas hantaman tersebut.

Bayangkan ini :
Dalam sebuah pertandingan tinju, setiap pemula belajar pentingnya membalas sebuah pukulan. Saat memukulmu, lawan akan kehilangan posisi bertahannya, dan memberikan anda celah untuk melakukan serangan balik. Anda hanya tinggal belajar untuk mencari celah yang terbuka. Waktu terbaik untuk menyerang lawan anda adalah ketika dia selesai menyerang anda. Dan faktanya semakin kuat dia menyerang, semakin besar kesempatan untuk memberikan serangan balik.

Hal ini bukan saja terjadi pada tinju. Tetapi juga pada hidup, pada setiap kesulitan pasti muncul suatu kesempatan.

Kembali pada kecelakaan mobil yang menimpa saya sebelumnya, saya menyebutkan bahwa saya menyewa pengacara untuk mengurus tagihan saya dan menfokuskan diri saya untuk menyembuhkan diri, menyelesaikan semua itu dalam separuh waktu, tetapi saya tidak menceritakan bagian terbaik dari cerita ini.

Pada saat proses penyembuhan diri, saya memiliki banyak sekali waktu kosong. Kebanyakan orang akan berbaring di depan TV dan bermalas-malasan, tetapi untungnya saya mengenali kesempatan ini. Saya selalu ingin menulis lebih, tetapi saya tidak pernah memiliki waktu sampai pada kecelakaan tersebut. Jadi, saya mengambil kesempatan itu dan bekerja.


Pertama, saya hanya membuat sebuah jurnal, mencatat semua pemikiran dan emosi saya dalam mengatasi trauma. Saya menikmatinya ketika saya memutuskan untuk memulai sebuah blog, dan dalam waktu 60 hari blog saya dinominasikan sebagai blog terbaik di dunia. Dari nominasi tersebut saya menerima tawaran untuk mengurus sebuah majalah yang kemudian berlanjut tawaran tersebut membantu saya untuk membuka sebuah Pelatihan Konsultasi ketika saya di Mexico, dan memberikan saya kehidupan yang saya impikan.

Apakah itu sebuah keberuntungan? Itu hanyalah sebuah fakta merubah tragedi menjadi kemenangan.

Itu adalah serangan balik yang disengaja yaitu mengembalikan semangat hidup saya dan coba mengambil peluang dari kejadian tersebut.

Itu hanyalah satu dari banyak contoh kehidupan. Berikut contoh-contoh lainnya :

  • Hantaman: Tidak ada satupun anak sekolah yang ingin berteman dengan saya karena saya menggunakan kursi roda dan membuat mereka tidak nyaman. Saya menjadi orang buangan.
  • Serangan Balik: Saya berkumpul dengan sekelompok orang buangan(kutu buku). Mereka mengajarkan saya bagaimana membuat aplikasi dan saya membuat aplikasi saya sendiri pada umur 12 tahun
  • Hantaman: Saya tidak bisa berolahraga, pergi berenang, atau kegiatan anak-anak yang menarik lainnya. Saya terjebak dalam badan ini dan tidak bisa bergerak.
  • Serangan Balik:Agar tidak gila, saya membaca setengah lusin buku seminggu. Saya saya lulus SMA, saya sudah membaca lebih banyak dari guru saya.
  • Hantaman: Saya diterima masuk ke MIT, tetapi sangat menyedihkan. Pada satu tahun pertama, saya meminta bantuan tetapi semua orang mengabaikan saya.
  • Serangan Balik: Saya mengajukan kesulitan yang saya alami pada perguruan tinggi dan mereka memberikan saya beasiswa sehingga saya lulus tanpa biaya.

Itu terlihat seperti keberuntungan, padahal tidak. Orang yang disebut beruntung juga memiliki garis tangan yang sama dengan setiap orang. Perbedaannya adalah ketika garis tangan mereka berubah melawan mereka maka mereka akan melihat sekeliling dan mencari celah yang terbuka.

Pesan moral dari cerita ini adalah :

Ketika kehidupan memberikan kita sebuah pukulan yang keras dimuka, berhenti sejenak dan tanyakan pada diri anda:

Apa serangan balik yang harus saya lakukan?
Tidak peduli seburuk apapun keadaannya, tidak peduli seberapa tidak mungkin lagi itu, selalu ada kesempatan untuk mengubahnya menjadi peluang. Anda hanya perlu mendisiplinkan diri anda untuk mencari celah yang terbuka dan mulailah dari saja.

Lesson #5: How to Find the Courage to Face Anything

Bagaimana cara menemukan keberanian untuk menghadapi apapun

Layar monitor EKG menunjukan garis lurus

Saya berbaring di sebuah tempat tidur lusuh di sebuah rumah sakit yang anda tidak akan pernah dengar. Setelah sekarat selama 1 tahun, akhirnya itu datang. Jantung saya berhenti berdetak, badan saya bergetar, perut saya kosong, dan udara dengan aroma tidak sedap, hembusan nafas terakhir dan saya meninggal.

Beberapa menit kemudian, seorang perawat berjalan masuk ke ruangan dengan menutup hidung. Mengeluarkan papan tulisnya, melirik jam tangan dan menuliskan waktu kematian. Kemudian, dia mengeluarkan teleponnya dan menghubungi kamar mayat. "Ada satu lagi di kamar 305", katanya. Kemudian dia menutupkan kain putih di kepala saya kemudian meninggalkan ruangan. Dua hari kemudian, mereka melakukan kremasi.

Cukup menyedihkan bukan?

Jelas itu semua tidak pernah terjadi karena jika itu terjadi maka saya sudah tidak berada di sini sekarang. Tetapi itu hampir terjadi.

Satu tahun yang lalu, jika saya membuat keputusan yang berbeda, saya mungkin akan berakhir di salah satu rumah sakit. Gilanya, itu selalu terjadi bahkan hingga sekarang. Sedikit saja saya salah melangkah, maka saya akan kehilangan segalanya, hancur, tidak berguna, dan sendirian.

Dan jujur saya takut akan semua itu. Bahkan jika kamu menodongkan pistol di depan mulut saya dan kemudian mulai berhitung, itu tidak lebih menakutkan dari pada yang tadi saya ceritakan.

Kematian adalah hal yang menakutkan. Tetapi tidak ada yang peduli akan kematian adalah hal yang lebih menakutkan lagi.

Berkali-kali orang bertanya kepada saya apa yang membuat saya berani untuk pergi ke Mexico tanpa uang, tanpa teman, dan tanpa rencana cadangan. Ada banyak cara untuk mengungkapkan bahwa cara saya salah. Saya bisa dirampok dan dibunuh oleh perampok di tengah jalan, diusir oleh petugas imigrasi, atau mati karena kelaparan karena saya tidak mampu mendapatkan makanan. Mexico adalah tempat yang berbahaya dan kesana dengan kondisi saya pada saat itu adalah kegilaan terbesar. Saya sadar akan hal ini. Saya bukanlah seorang yang suka berkhayal bahwa tidak ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi pada saya. Malahan, saya sangat yakin bahwa saya akan mati dan saya ketakutan setengah mati. Ketika saya melewati perbatasan, saya berkeringat dingin dan takut petugas imigrasi akan menganggap saya dalam pengaruh narkoba.

Jadi kenapa saya melakukan ini? Mengapa saya tidak kembali ke US agar lebih aman?

Berikut pemikiran saya :
  • Khawatir: Takut diusir oleh petugas imigrasi
  • Respon: Benar, tetapi itu lebih baik dari pada mati di rumah sakit 
  • Khawatir: Takut dibunuh oleh perampok ditengah jalan
  • Respon: Benar, tetapi itu lebih baik dari pada mati di rumah sakit
  • Khawatir: Saya akan mati kelaparan karena tidak mampu mendapatkan makanan.
  • Respon: Benar, tetapi itu lebih baik dari pada mati di rumah sakit
Dengan kata lain, benar, itu menakutkan, tetapi sayangnya mati pelan-pelan di rumah sakit lebih menakutkan dari pada itu. Saya sadar dan sengaja memanfaatkan ketakutan itu untuk mendorong saya untuk melakukan sesuatu yang orang bilang gila.

Dan begitulah keberanian itu bekerja. Orang yang kita anggap sebagai pahlawan, tidak memiliki kekuatan mistik untuk mengatasi rasa takut. Bagi mereka, tidak perlu ada alasan dalam melakukan sesuatu. Mereka melakukan sesuatu yang perlu dilakukan, bukan karena mereka ini melakukannya, tetapi karena mereka merasa tidak ada pilihan lain.

Sama juga dengan saya, untuk melakukan hal tersebut saya tidak perlu meditasi, membersihkan pikran dan melakukan sesuatu yang mustahil dengan ketenangan dan kepercayaan. Saya bangun setiap pagi dan memikirkan apa yang akan terjadi jika saya tidak bertindak. Saya membayangkan layar EKG, perawat, dan badan saya dimasukan ke dalam api. Saya meletakan diri saya ke dalam kondisi seperti itu.

Itu sangat menyedihkan, saya tahu itu tetapi juga adalah sebuah rahasia besar, jika kamu menemukan dirimu telah dilumpuhkan oleh rasa takut, salah satu jalan keluar yang sering terpikir adalah yang lebih menakutkan lagi. Bayangkan apa yang akan terjadi jika kamu tidak melakukan sesuatu, buatlah itu senyata mungkin dipikiranmu hingga itu terasa pada seluruh badanmu, kemudian manfaatkanlah energi tersebut untuk melakukan hal gila yang perlu kamu lakukan.

Tetapi ingat, saya bukan menyuruhmu untuk hidup dalam ketakutan. Tetapi ketika kamu mengalami sesuatu yang membuatmu jatuh maka berhentilah menyiksa dirimu. Ambilah sikap positif dan jalani hidupmu.

Lesson #6: Embrace the Crazy

Lawanlah dengan kegilaan (Ide gila)

Silahkan baca lanjutan artikel tersebut di 7 Pelajaran hidup dari seorang Jon Morrow - Part3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar